Category: Sumsel

  • Dua Proyek Strategis Daerah Fokus Jaringan Air Bersih Dan Jalan Lingkar, Telan Dana 20 Milyar

    Dua Proyek Strategis Daerah Fokus Jaringan Air Bersih Dan Jalan Lingkar, Telan Dana 20 Milyar

    MEDIAEMPATLAWANG— Tahun 2026 Pemkab Empat Lawang fokus strategis untuk Jaringan Air Bersih dan penyelesaian Jalan Lingkar di wilayah Tebing Tinggi.
    Untuk Dua proyek tersebut mampu telan anggaran sekira Rp  20 Milyar. 5 Milyar untuk jaringan air bersih dan 15 Milyar untuk penyelesaian jalan lingkar (Samping Rumah Dinas Sekda,red). Untuk anggaran tersebut bersumber dari dana DAK.
    “Tahun ini fokus kita (Pemda,red) Dua proyek tadi. Dengan harapan bisa terselesaikan di tahun ini juga,” kata Plt Kepala Dinas PUPR.Yulius Sugiantara
     Kepada wartawan Media Empat Lawang.
    Lebih jauh Yulius menyampaikan, untuk Dua proyek itu sendiri saat ini sudah selesai di lelang. Artinya pemenang lelang sudah ada. Tinggal langsung lanjut oengerjaan Fisik,
    “Lelang sudah selesai, artinya bisa gerak cepat,  alias  langsung kerja,”ujarnya singkat (Bento/red)

     

    Keterangan Foto: Ilustrasi Lelang melalui LPSE Empat Lawang. Net

  • Seleksi Bujang Gadis Empat Lawang, Dinilai Tidak Transparan Alias Amburadul

    Seleksi Bujang Gadis Empat Lawang, Dinilai Tidak Transparan Alias Amburadul

    MEDIAEMPATLAWANG— Kegiatan pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang, Yang dilaksanakan oleh  Dinas Pariwisata Empat Lawang. Menuai kontroversial. Pasalnya seleksi BG4L tersebut yang berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati di nilai tidak Transparan.
    Salah satu orang tua Peserta BG4L. TS, menuturkan sistem rekrutmen atau seleksi bujang gadis empat lawang. Itu aturannya tidak baku kemudian sistem yang dipakai untuk seleksipun tidak jelas, dalam artian tidak Pair alias Sportiv. Padahal kegiatan tersebut tujuannya bagus. Selain untuk menggali bakat bakat generasi muda juga bertujuan untuk kegiatan promosi terkait keberadaan Kabupaten Empat Lawang dalam segala hal. Khususnya dalam bidang pariwisata. Namun sayang seleksi yang dilakukan terkesan tidak jelas dan ada indikasi suka dan tidak suka dari panitia penyelenggara atau seleksi. Kenapa saya katakan demikian, pasalnya sistem yang diambil untuk lolos seleksi itu menggunakan suara vote terbanyak. Dengan cara membeli voucher, sehingga suara terbanyaklah yang semestinya menjadi nominasi. Selain itu juga tidak ada pengumuman dan pemberitahuan kapan jadwal vote itu ditutup sebelum pengumuman. Sehingga menimbulkan kesan ada indikasi akal-akalannya yang dilakukan oleh panitia penyelenggara atau seleksi.
    “Sistem seleksi yang dipakai bisa dikatakan tidak Pair, bahkan malam seleksi di Pendopoan rumah dinas Bupati sempat terjadi kericuhan bahkan terjadi pelemparan kearah panitia seleksi, dikarenakan ada peserta vote yang terbanyak alias nomor Satu ternyata yang diambil yang suara vote nomor Dua. Setelah terjadi keributan akhirnya Kedua-keduanya diambil dan lolos dalam seleksi. Itukan menggambarkan sistem penilaian tidak baku alias bisa berubah-berubah,”jelasnya
    “Sayang anggaran negara mungkin puluhan bahkan bisa saja Ratusan Juta, dana yang digelontorkan untuk kegiatan ini(BG4L) Akhirnya muncul kesan tidak baik. Padahal tujuan kegiatan bagus,” ucapnya.
    TS, melanjutkan peserta dan orang tua Peserta kalau memang seleksinya jelas dan transparan, kalaupun tidak lolos tidak akan menjadi masalah. Karena sebagian besar orang tua dan peserta menyadari bahwa itu adalah ajang belajar. Kasarnya kalaupun menang dan terpilih tidak ada juga privilega yang didapat. Artinya kegiatan itu murni menggali bakat serta mengajar bujang gadis (Anak-anak generasi muda,red) untuk belajar mengambangkan bakat dan berani tampil di depan umum.
    “Seharusnya ada pemberitahuan bahwa seleksi yang meloloskan peserta melalui vote tersebut. Disampaikan bahwa vote ditutup Satu jam atau berapa jam sebelum pengumuman. Sehingga jelas. Kemudian kalau memang suara terbanyak diambil ya, silahkan saja diambil artinya jelas,”cetusnya
    “Jika sistem yang dipakai seperti ini. Sama saja mau merusak psikologi anak. Artinya kegiatan ini harus jelas dan dikaji ulang terkait rahapan serta sistem seleksinya biar jelas dan terbuka,” ungkap TS.
    Menanggapi hal itu Kepala Bidang Ekonomi Kreatif yang menjadi gawang penyelenggaraan kegiatan Pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang, Rudi. Ketika dikonfirmasi via ponsel 08138023 XXXX. Berkelit dan membantah hal tersebut. Dikatakannya secara singkat kalau pemilihan atau seleksi tersebut sudah sesuai aturan.
    “Seleksi itu sudah sesuai aturan, dan ada panitia serta juri seleksinya, terkait terjadi keributan malam seleksi di Pendopoan Bupati itu sudah selesai dan anaknya sudah masuk dalam seleksi,” ujarnya singkat
    Untuk hal-hal berkenaan dengan sistem Vote dirinya kurang Paham karena ada orangnya yang melaksanakan itu.
    “Saya kurang faham terkait sistem Vote. Silahkan hubungi Fajar, saja. Maaf. Saya lagi ada kerjaan mau mendaftarkan anak saya masuk SMA,”ujarnya
    Perlu kami sampaikan. Ironisnya ketika dikonfirmasi terkait berita tersebut. Kondisi masih dalam jam dinas. Alias belum dan tidak ada libur. Sehari sebelum Lebaran Idul Adha. (Bento/red)
  • Puluhan Kendaraan Plat Merah Empat Lawang, Tak Bayar Pajak. Apakah Memang Tidak Punya Anggaran??

    Puluhan Kendaraan Plat Merah Empat Lawang, Tak Bayar Pajak. Apakah Memang Tidak Punya Anggaran??

    MEDIAEMPATLAWANG— Puluhan kendaraan Plat Merah Pemkab Empat Lawang. Tak dibayarkan pajaknya.

    Sejumlah pertanyaan mengelilingi pikiran di publik. Pasalnya yang namanya kendaraan dinas itu biasanya sudah dianggarkan terkait pembayaran pajaknya setiap tahunnya.
    Nah. Yang menjadi pertanyaan publik. Apakah memang tidak anggarannya (Uangnya,red) atau memang dialihkan untuk pembayaran yang lainnya. Atau apakah ada hal yang lebih urgent sehingga anggaran untuk membayar pajak kendaraan dialihkan ?
    Sementara itu saat di konfirmasi ke Pihak Samsat Empat Lawang. Melalui Kepala Cabang Samsat Empat Lawang. Rudi Arman. Menuturkan pihaknya sudah berkoordinasi pihak Pemda Empat Lawang melalui Dinas Bapenda. Agar sesegera mungkin memberikan. Informasi ke SKPD masing—masing agar segera melakukan pembayaran terhadap pajak kendaraan yang menunggak tersebut.
    “kita sudah menyurati pihak pemerintah agar sesegera mungkin melakukan pembayaran pajak yang tertunggak,” kata Rudi Arman Didampingi Katab Samsat Hariyadi.
    Lebih jauh Rudi Arman menyampaikan. Pemberitahuan untuk melakukan pembayaran atas kendaraan yang belum dibayarkan. Sudah kita layangkan ke Pemkab. Diharapkan sesegera mungkin segera melakukan pembayaran, Sehingga masyarakat umum bisa mengambil contoh kalau pihak pemerintah saja sudah membayarkan. Itu artinya pemerintah dalam hal ini dinas terkait. Bisa menjadi panutan bagi masyarakat umum wajib pajak. (Bento/red)

     

    Keterangan Foto: Data lampiran kendaraan pelat merah (Kendaraan Dinas) Belum bayar Pajak. Foto ist (more…)

  • Giat Siguntang Menyapa. Tak Boleh Dilingkup Samsat. Seluruh Kecamatan Dapat Giliran

    Giat Siguntang Menyapa. Tak Boleh Dilingkup Samsat. Seluruh Kecamatan Dapat Giliran

    MEDIAEMPATLAWANG— Berdasarkan  hasil rapat Bapenda Provinsi dengan seluruh Samsat. Diistruksikan dalam rangka pelaksanaan kegiatan Siguntang Menyapa tidak boleh dilingkup Samsat.

    Katab Samsat Empat Lawang, Hariyadi didampingi oleh Penanggungjawab Jasaharja Empat Lawang, Edwan Kiko. Menjelaskan juga bahwasanya pelaksanaan Siguntang menyapa dilaksanakan di seluruh kecamatan secara bergantian. Hal itu untuk memastikan keberadaan validasi data kendaraan R2 dan R4 benar-benar terlaksana dengan merata.
    “Kedepannya seluruh kecamatan akan dapat giliran kita laksanakan kegiatan. Siguntang Menyapa,”terangnya.
    Lebih lanjut disampaikannya, keberadaan data itu nanti secara otomatis akan di validasi. Dan akan terkonfirmasi siapa yang memiliki kendaraan tersebut. Lalu secara otomatis akan masuk dalam aplikasi di langsung di konfirmasi.
    “Hasil data Siguntang Menyapa ini akan secara otomatis di konfirmasi oleh sistem kepada pemilik kendaraan. Sehingga diketahui kapan akan dilaksanakan pembayaran dan sebagainnya,” ucap Hariyadi.
    Hal senada juga disampaikan oleh Penanggungjawab Jasaharja Empat Lawang,  Edwan Kiko. Bahwasanya dengan adanya aplikasi Siguntang Menyapa. Maka secara maraton pendataan terhadap kendaraan dalam rangka mewujudkan tertib pajak. Sehingga akan menaikan angka pendapatan dari sektor pajak kendaraan bisa terlaksana progresnya.
    “ Dari ribuan data kendaraan yang belum membayarkan pajak kendaraan terutama di wilayah Kabupaten Empat Lawang meski perlahan dapat terselesaikan dengan humanis dan bersahaja. Nantinya anggaran pajak itu sendiri seperti kita ketahui bersama akan dikembalikan lagi untuk kebutuhan masyarakat banyak,”tutup Kiko (Bento/red)

  • Samsat Empat Lawang Bersama Jasaharja Mulai Laksanakan Giat Siguntang Menyapa

    Samsat Empat Lawang Bersama Jasaharja Mulai Laksanakan Giat Siguntang Menyapa

    MEDIAEMPATLAWANG— Salah satu upaya untuk melakukan penginputan data pajak kendaraan bermotor. Samsat bersama. Jasaharja mulai gerak cepat menerapkan program Siguntang Menyapa, Selasa (05/05/2026).
    Kegiatan Siguntang Menyapa itu sendiri. Adalah lokasi keramaian. Seperti pasar. Pemkab. Sekolah dan RSUD. Kegiatan tersebut dijadwalkan setiap Hari Selasa.
    Untuk hari ini (Selasa,red) Titik lokasinya di RSUD Empat lawang dan SMA N 3 Empat Lawang.
    Dalam rangka kegiatan Gerakan Siguntang Menyapa kami dari Samsat Empat Lawang melakukan Pendataan terhadap Wajib Pajak di RSUD Empat lawang dan SMA N 3 Tebing Tinggi  yang menunggak Pajak dengan menginput Data Pajak di Aplikasi SIGUNTANG.
    ‘Kegiatan ini bertujuan melakukan pendataan wajib pajak terhadap kendaraan yang ada di Kabupaten Empat Lawang. Baik itu Kendaraan Roda Dua maupun Roda Empat,’jelas Katab Samsat Empat Lawang, Hariyadi dan team Siguntang Menyapa.
    Yang jelas lanjut Hariyadi. Melalui pendataan Siguntang Menyapa. Maka selain memastikan data Ril kendaraan R2 dan R4. Maka bisa dikatakan harapan kedepannya tingkap partisipasi pembayaran pajak kendaraan di kantor Samsat Empat Lawang. Akan mengalami kenaikan dari tahun tahun sebelumnya.    (Bento/red)
  • Siapa Yang Salah??? Proyek Milyaran Rupiah,  Bangunan Pasar Modern Pulo Emas. Hancur Dimakan “Hantu”

    Siapa Yang Salah??? Proyek Milyaran Rupiah, Bangunan Pasar Modern Pulo Emas. Hancur Dimakan “Hantu”

    MEDIAEMPATLAWANG— Proyek pembangunan pasar modern  yang berlokasi di pasar Pulau Emas, Tebing Tinggi. Kabupaten Empat Lawang. yang menghabiskan dana Milyaran Rupiah. Hancur dan terbengkalai dimakan waktu.
    Berdasarkan pantauan dilapangan oleh Wartawan Media Empat Lawang, nampak jelas. Kondisi bangunan sudah benar benar nyaris hancur. Terlihat sebagian besar kondisi bangunan sudah rusak mulai dari atap pasar hingga kondisi dalam lapak pasar, ironisnya banyak terdapat sampah didalamnya.
    Entah apa penyebab sehingga bangunan pasar modern tersebut pasca dibangun kurang lebih sekitaran tahun 2015/2016. Kalau tidak salah ingat,  itu tak diberdayakan. Padahal dana yang digelontorkan mencapai milyaran rupiah. Kemudian dengan adanya bangunan pasar modern tersebut. Secara umum memberikan dan menjadikan kondisi pasar nampak asri. Elegan dan modern. Dibanding dengan kondisi pasar Pulo emas saat ini. Kondisi lapak dan lingkungan pasar terkesan tidak teratur dan ironisnya nampak kumuh. Padahal kondisi pasar tepat berada di Ibu Kota Kabupaten.
    Menanggapi hal itu pihak Media Empat Lawang mencoba mengkonfirmasi ke pihak terkait yakni Dinas Perdagangan Empat Lawang. Melalui bidang Perdagangan dan Perindustrian. Ade Candra. Menurutnya kondisi pasar pasca di bangun. Seringkali mengalami kebanjiran jika kondisi mengalami air pasang. Selain itu juga banyak pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang jauh kedalam sehingga pembeli kebanyakan susah mengaksesnya.
    “Duku pasca di bangun sering banjir ketika debit sungai Musi naik. Air masuk dari belakangan bangunan,”jelasnya singkat
    Sekedar informasi. Berjalan waktu setelah adanya tanggul yang dibuat pasca adanya normalisasi sungai Musi. Kondisi air tidak masuk lagi. Namu itulah tadi sebagian besar pedagang berkeberatan untuk melakukan aktifitas dilokasi bangunan pasar modern tersebut.(Bento/red)

     

    Keterangan Foto: Kondisi Terkini. Proyek Milyaran Rupiah Hancur Dimakan “Hantu” . Dok MEL

  • Semarak HUT Damkar, Komitmen Pelayanan dan Penyelamatan Untuk Masyarakat

    Semarak HUT Damkar, Komitmen Pelayanan dan Penyelamatan Untuk Masyarakat

    MEDIAEMPATLAWANG,Palembang— Peringan Hari Ulang Tahun (HUT)Damkar yang  ke-107, teruslah memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat dan jadilah garda terdepan dalam menghadapi bahaya kebakaran juga aksi  penyelamatan. Jaya terus pemadam kebakaran dan Penyelamatan khususnya di kabupaten empat Lawang, Selamat ulang tahun damkar ke 107 pengabdian tanpa batas.
    “Damkar berkomitmen berikan pelayanan terbaik dan jadi garda terdepan hadapi bahaya kebakaran den keselamatan masyarakat,”tegas Plt Kadis Damkar. Supriadi. SH. MM.
    Lebih jauh Supriadi paparkan. Bahwasanya, Semarak HUT Damkar  yang berlangsung secara di global  di Palembang, Melalui rangkaian kegiatan bergengsi bertajuk National Fire Fighter Skill Competition (NFSC) 2026. Kegiatan ini dipusatkan di kawasan ikonik Benteng Kuto Besak (BKB) dan sukses menyedot perhatian publik sejak pembukaan pada 27 April 2026.
    Selama tiga hari pelaksanaan, 27–29 April 2026, NFSC 2026 menjadi ajang unjuk kemampuan terbaik para personel pemadam kebakaran dari berbagai daerah di Indonesia. Tiga kategori lomba utama yang dipertandingkan yakni Hose Laying, Ladder Pitching, dan Survival, yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta ketahanan fisik dan mental para peserta. Suasana kompetisi berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas dan solidaritas antar daerah.
    Dalam persaingan yang ketat, Damkar Kota Bekasi berhasil tampil dominan dan keluar sebagai Juara Umum NFSC 2026, mengungguli berbagai kontingen lainnya. Prestasi ini menjadi bukti kesiapan dan profesionalisme personel dalam menghadapi berbagai situasi darurat di lapangan.
    Memasuki malam puncak tanggal 29 April 2026, suasana berubah menjadi hangat dan penuh keakraban melalui gelaran gala dinner yang dihadiri seluruh peserta, serta tamu undangan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar se-Indonesia. Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan peran strategis pemadam kebakaran dalam menjaga keselamatan masyarakat.
    Pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri secara langsung menyerahkan piala penghargaan kepada para juara lomba NFSC 2026. Momen ini menjadi simbol penghormatan atas kerja keras, disiplin, dan semangat juang para peserta selama kompetisi berlangsung.
    Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara meriah pada 30 April 2026 melalui upacara penutupan yang digelar di Stadion Gelora Jakabaring. Acara ini semakin semarak dengan berbagai atraksi spektakuler dari para personel pemadam kebakaran dan srikandi damkar yang menampilkan flying fox dari atas stadion sekaligus mengibarkan bendera serta  koreografi yang memukau dari para personil.
    “ Perayaan HUT Damkar ke-107 di Palembang tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat sinergi nasional antar instansi serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan. Semangat profesionalisme, keberanian, dan pengabdian yang ditunjukkan dalam seluruh rangkaian kegiatan menjadi cerminan komitmen Damkar Indonesia dalam memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat,” tutup Supriadi. (Bento/red)
  • Protect Indonesia Dan Serikat Hijau Indonesia, Bersama Masyarakat, Tanam Mangrove Untuk Lawan Abrasi

    Protect Indonesia Dan Serikat Hijau Indonesia, Bersama Masyarakat, Tanam Mangrove Untuk Lawan Abrasi

    MEDIAEMPATLAWANG,Banyuasin— Protect Indonesia bersama Serikat Hijau Indonesia (SHI) Tanam bibit mangrove sebagai langkah lawan abrasi. Hal itu bertepatan dengan  Peringatan Hari Bumi Sedunia 2026 tidak hanya menjadi seremoni, tetapi diwujudkan dalam aksi konkret di pesisir Sumatera Selatan. Untuk itu DPW Sumatera Selatan menanam 100 bibit mangrove di Dusun Sembilang, Desa Sungsang IV, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Rabu (22/04/2026).

    Pantauan dilapangan terlihat jelas. Banyak anak anak generasi penerus bangsa ikut terlibat dalam penanaman bibit mangrove, serta stake holder desa setempat dalam aksi sosial. Menjaga kelestarian alam dalam hal ini menjaga kelestarian laut serta melawan Abrasi.

    Lokasi kegiatan di pusatkan  pada wilayah pesisir yang rentan terhadap abrasi sekaligus mengalami tekanan ekosistem laut. Penanaman mangrove dipilih sebagai solusi berbasis alam yang terbukti efektif menahan gelombang, menyerap karbon, dan menjaga keseimbangan lingkungan.Founder Protect Indonesia, Tiara Pramitha Lusmira, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah nyata menjaga keberlanjutan pesisir.

    “Penanaman mangrove ini adalah bentuk komitmen kami terhadap lingkungan. Mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi abrasi, menjaga ekosistem laut, dan melindungi wilayah pesisir seperti Dusun Sembilang yang berbatasan langsung dengan laut,” jelasnya

    Hal yang sama disampaikan,  Ketua SHI Sumatera Selatan, M. Husni, menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari gerakan lingkungan yang berkelanjutan.

    Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas pihak, termasuk dukungan pemerintah setempat yang dinilai menjadi faktor kunci kelancaran kegiatan. Di tingkat lokal, kegiatan ini disambut positif. Kepala Dusun V Sei Sembilang, Cristin Monika, menyebut aksi tersebut sebagai langkah penting untuk masa depan wilayahnya.

    “Ini bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan. Mangrove yang ditanam akan melindungi dusun kami dari banjir dan abrasi, serta menjadi warisan bagi generasi berikutnya,” katanya.

    Penanaman mangrove ini menjadi pengingat bahwa upaya menjaga bumi tidak bisa ditunda. Di tengah ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, aksi kecil yang dilakukan secara konsisten dapat membawa dampak besar, terutama bagi masyarakat yang hidup di garis terdepan perubahan tersebut.

    Dengan keterlibatan komunitas, organisasi, dan pemerintah, gerakan seperti ini diharapkan mampu memperkuat kesadaran kolektif sekaligus menciptakan ekosistem pesisir yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

    Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang anggota kegiatan penanaman Mangrove l. Hariyadi yang notabenenya adalah Katab Samsat Empat Lawang menuturkan, bahwasanya sangat bangga bisa ikut andil dalam kegiatan sosial seperti ini. Pasalnya melalui program ini. Selain untuk melawan Abrasi serta menjaga alam. Namun yang lebih penting adalah ada nilai edukasi bagian masyarakat setempat khususnya,Masyarakat di pesisir pantai pada Umumnya. Namun yang tak kalah penting lagi kedepannya ikut keberadaan hutan mangrove yang ditanam akan menjadi nilai tambah bagi para nelayan dan masyarakat sekitar. Sebab keberadaan mangrove akan menjadi tempat biota laut berkembang biak. Sehingga secara otomatis akan menambah nilai ekonomis bagi masyarakat nelayan.

    “Kami bahagia dan bangga ikut terlibat dalam aksi sosial menanam bibit mangrove, karena sudah dilibatkan dalam menjaga kelestarian alam dalam hal ini laut. Dan yang paling penting adalah ini bisa memberikan. Edukasi bagi anak anak generasi penerus bangsa untuk bersama bersama bertanggungjawab menjaga kelangsungan alam,” tutupnya (Bento/Red)

  • Pemilik Berada Dikebun, Rumah Warga Desa Lingge Di Lalap Si jago Merah

    Pemilik Berada Dikebun, Rumah Warga Desa Lingge Di Lalap Si jago Merah

    MEDIAEMPATLAWANG— SI jago Merah Ngamuk. Lahap rumah warga Desa Lingge, Kecamatan Pendopo Barat.
    Belum diketahui pasti berapa rumah yang terkena musibah kebakaran. Namun sejauh ini informasi yang didapat oleh Wartawan Media Empat Lawang. Tidak ada korban jiwa.
    Berdasarkan keterangan singkat dari Plt. Kadis Damkar. Supriadi. Membenarkan adanya kebakaran di desa Lingge. Pihaknya sedang ada dilokasi langsung. Untuk berapa rumah yang terkena musibah pihaknya belum bisa memberikan keterangan karena masih. Sibuk memadamkan api dengan dibantu oleh warga. Agar tidak api tidak meluas. Sehingga korban materil yang terkena musibah kebakaran tidak banyak.
    “Ya. Mas. Memang ada kebakaran. Ini posisi kami sedang dilokasi. Untuk informasi lanjutan nanti kami kabarkan lagi,”jawabnya.
    Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun dilapangan. Rumah yang terkena musibah kebakaran sedang berada di kebun. (Bento/red)
  • Amsiong!!Rencana Launching Samsat Corner, Bertepatan HUT Empat Lawang Gagal Total

    Amsiong!!Rencana Launching Samsat Corner, Bertepatan HUT Empat Lawang Gagal Total

    MEDIAEMPATLAWANG— Sebelumnya Pihak Samsat Empat Lawang merencanakan. Terbentuknya Samsat Corner di wilayah kecamatan Pendopo Induk. Hal itu untuk memudahkan Wajib Pajak (WP) diseputaran kecamatan tersebut lebih cepat dan mudah.
    Berdasarkan Konfirmasi sebelumnya dari pihak Samsat rencananya Lounching Samsat corner tersebut dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten pat Lawang yang Ke 19. Namun ternyata.hak tersebut gagal tercapai.
    Berdasarkan hasil konfirmasi Wartawan Media Empat Lawang. Tidak ada penjelasan pasti apa yang menjadi penyebab gagalnya rencana tersebut.
    Saat dikonfirmasi wartawan Media Empat Lawang via telpon dan via  WhatsApp langsung ke Kepala Cabang Samsat Empat Lawang Rudi Arman setelah beberapa hari baru dijawab, ke nomor 0853 68XX XXXX. Ssetelah baru beberapa hari baru dijawab. Dalam jawaban tersebut tidak dijelaskan secara Eksplisit apa penyebab rencana tersebut gagal dilaksanakan.
    “Masih nunggu kabar dari Bank Sumsel,” itu jawaban via WhatsApp dari Rudi Arman ke pihak Media Empat Lawang. (Bento/Red)