“Anggaran Siluman”Ditenggarai Anggaran Sewa Tenda Acara KTNA Tahun Anggaran 2025 Tak Masuk RUP: Jadi Sorotan ICW

MEDIAEMPATLAWANG— Ditenggarai pengadaan sewa tenda acara KTNA di tahun Anggaran 2025. Merupakan anggaran siluman. Pasalnya tidak masuk dalam RUP tahun Anggaran 2024 / 2025. Alias kucuk kucuk masuk dan dibelanjakan. Menanggapi hal itu aktivis ICW, HAdiyasco Herwindo menduga ada permainan dan jelas jelas menyalahi aturan. Selain itu juga terindikasi adanya Mark up.
“Kita segera mungkin melaporkan indikasi-indikasi terkait pengadaan Sewa Tenda Acara KTNA ini ke pihak  Kejaksaan Negari Empat Lawang,” tegasnya.
Menurutnya. Berdasarkan analisa serta data yang didapat pihaknya. Menyerukan indikasi Mark up terkait sewa Tenda Kegiatan KTNA ditahun 2025. Yang diselenggarakan di Pulo Emas. Artinya ada kerugian negara disitu (Uang rakyat,red), maka dari itu pihaknya secepatnya melaporkan hal tersebut ke pihak Kejaksaan Negari Empat Lawang. Agar dapat sesegera mungkin untuk dilakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait. Guna memastikan kerugian uang  negara.
“Kita ingin jaksa sesegera mungkin melakukan, penelusuran atas kegiatan yang diduga kuat  adanya kerugian negara,” tegasnya
Disamping itu juga pihaknya. Berharap pihak Kejaksaan bisa secara terbuka memberikan informasi sejauhmana kedepannya sistem penanganan atau pengungkapan atas laporan yang kita sampaikan dalam waktu dekat ini.Sehingga publik memiliki kepercayaan terhadap instansi penegak hukum dalam hal ini pihak kejaksaan.
“Kita ingin lihat seserius apa Kejari mengungkap dan menindaklanjuti laporan yang nanti akan kita sampaikan. Sehingga kepercayaan publik atau pihak aktivis. Masih bisa percaya bahwa pihak kejaksaan adalah garda terkait dalam mengungkap adanya kegiatan yang menggunakan uang rakyat tersebut.”ungkap Windo.
Lebih jauh pihak nya sesegera mungkin menyampaikan data data awal. Agar pihak kejaksaan dapat menelusuri indikasi-indikasi yang merugikan negara. Sehingga uang rakyat benar benar teraplikasinya untuk kepentingan Umum. Bukan untuk memperkaya diri seseorang atau golongan.
Apalagi pasca terjadinya “Gelombang tsunami” yang menghantam korps Adiyaksa ini. Pasca adanya kejadian luar biasa atas dugaan tindakan koruptor yang diduga kuat melibatkan Jampidus, yang menghebohkan publik.
“Sesuai dengan yang sering didengung dengungkan oleh Kejagung. Apakah masih bisa dijadikan salah satu garda terdepan dalam melawan para tikus- tikus pembegal uang rakyat,” cetusnya.
Sementara itu pihak Dinas Pertanian yang menjadi “Gerbong” penyelenggara kegiatan tersebut. Sudah di upayakan untuk ke konfirmasi. Namun sayang sampai berita ini diterbitkan belum ada yang bisa dikonfirmasi.
Disamping itu juga pihak Media Empat Lawang juga mendapatkan informasi baru bahwasanya anggaran untuk pengadaan Tenda pameran yang besar itu adalah dinas pariwisata.
Menanggapi hal itu Kadispar Empat lawang. Wawan Ismawan menuturkan. Bahwasanya pihaknya tidak mengetahui terkait kegiatan tersebut.
” Kami tidak mengetahui terkait kegiatan tersebut ditambah pula kami baru saja menjabat sebagai Kadispar,” terangnya ketika dikonfirmasi via ponsel. (Bento/red)

 

Teks Foto: Rombongan Gubernur saat berada di depan Tenda besar untuk acara Pameran KTNA yang berlokasi di Pulao Emas. ist

Leave A Reply

Your email address will not be published.