Mantan Kapolri Ditetapkan Tersangka Bersama Dua Jendral, Diduga Melakukan Penyadapan Terhadap Presiden: Mahfud MD: Tindakan Itu Besar Kemungkinan Mengarah Ke MAKAR

MEDIAEMPATLAWANG,Jakarta— Peristiwa besar terjadi dalam tubuh Kapolri. Pasalnya mantan Kapolri Listiyo Sigit Prabowo(LSP) ditangkap bersama beberapa jendral Polisi lainnya. Dikarenakan melakukan penyadapan ilegal terhadap Presiden. Dikutip dari berbagai laman berita Online. Ulah LSP tercium oleh Kapolri. Jendral Suyudi Ario Seto lalu langsung dilaporkan ke presiden. Kemudian langsung dilakukan penangkapan terhadap Tiga Jendral Polisi Aktif Tersebut. Dang yang paling mengejutkan tindakan penyadapan ilegal itu juga menyasar Tokoh Agama. Ketua Partai. Menteri, Media dan LSM.
Dalam Jumpa Persnya kabareskrim sudah menyampaikan ada Tiga Jenderal Polisi yang ditangkap yang utama dalah Mantan Kapolri LSP.
Atas peristiwa ini Mantan Menkopolhukam. Mahfud MD dalam podcast Terus Terang mengatakan bahwasanya tindakan yang dilakukan oleh LSP ini adalah tindakan yang lebih jahat atas yang dilakukan oleh Ferdi Sambo dan Tedi Minahasa. Artinya ini adalah tindakan bidapan dalam sejarah Polri. Jika dilihat dari tindakan yang dilakukan oleh LSP dan beberapa jendral polisi lainnya. Maka besar kemungkinan produk akhir dari tindakan melawan hukum tersebut. Besar kemungkinan masih ada kaitan erat ke Solo. Maka dari itu bisa dikatakan arahnya. Adalah perbuatan makar.
“ Ini adalah peristiwa yang lebih jahat dalam tubuh Polri. Dan besar kemungkinan arahnya adalah berbuat makar. Masa Kapolri menyadap Presidennya sendiri. Dan tujuannya apa kalau bukan ingin berbuat makar,”kata Mahfud ketika melakukan. Siaran Podcast Terus Terang.
Selain itu juga nantinya dalam persidangan akan tergambar jelas kemana arah dari tindakan penyadapan tersebut. Terkait hukuman dari perbuatan makar tersebut adalah hukuman Mati.
Dan yang paling penting. Ini adalah tindakan yang berani yang dilakukan oleh Kapolri sekarang. Besar kemungkinan kalau Kapolrinya bukan Suyudi Ario Seto. Kemungkinan besar peristiwa inilah akan ditutupi dengan menjaga nama Instansi Polri. Namun berbeda dengan Kapolri sekarang. Belikan langsung melakukan tindakan dan menangkap Tiga Jenderal tersebut. Sehingga arah untuk melakukan bersih-bersih ditubuh polri. dari Polisi yang tidak benar. Yang membekingi tindakan kejahatan langsung dibersihkan. Hal itu terlihat dari faktanya sudah 500 lebih polisi yang di mutasi pasca Studi menjadi Kapolri.
“Saya rasa tindakan yang dilakukan oleh Kapolri (Suyudi Ario Seto,red) adalah satu tindakan yang tepat untuk menjada serta membersihkan tubuh Polri dari Polisi -polisi Korup dan mulai bermain-main dengan politik. Serta mengancam keamanan negara,” jelas Mahfud
“Setiap tindakan yang sewenang-wenang nantinya akan mendapatkan balasan langsung dari Tuhan,” tegas Mahfud (Bento/red)
Berita ini disadur dari berbagai informasi Sumber terutama Dari Podcast Terus Terang

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Content is protected !!