Seleksi Bujang Gadis Empat Lawang, Dinilai Tidak Transparan Alias Amburadul

MEDIAEMPATLAWANG— Kegiatan pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang, Yang dilaksanakan oleh  Dinas Pariwisata Empat Lawang. Menuai kontroversial. Pasalnya seleksi BG4L tersebut yang berlangsung di Pendopoan Rumah Dinas Bupati di nilai tidak Transparan.
Salah satu orang tua Peserta BG4L. TS, menuturkan sistem rekrutmen atau seleksi bujang gadis empat lawang. Itu aturannya tidak baku kemudian sistem yang dipakai untuk seleksipun tidak jelas, dalam artian tidak Pair alias Sportiv. Padahal kegiatan tersebut tujuannya bagus. Selain untuk menggali bakat bakat generasi muda juga bertujuan untuk kegiatan promosi terkait keberadaan Kabupaten Empat Lawang dalam segala hal. Khususnya dalam bidang pariwisata. Namun sayang seleksi yang dilakukan terkesan tidak jelas dan ada indikasi suka dan tidak suka dari panitia penyelenggara atau seleksi. Kenapa saya katakan demikian, pasalnya sistem yang diambil untuk lolos seleksi itu menggunakan suara vote terbanyak. Dengan cara membeli voucher, sehingga suara terbanyaklah yang semestinya menjadi nominasi. Selain itu juga tidak ada pengumuman dan pemberitahuan kapan jadwal vote itu ditutup sebelum pengumuman. Sehingga menimbulkan kesan ada indikasi akal-akalannya yang dilakukan oleh panitia penyelenggara atau seleksi.
“Sistem seleksi yang dipakai bisa dikatakan tidak Pair, bahkan malam seleksi di Pendopoan rumah dinas Bupati sempat terjadi kericuhan bahkan terjadi pelemparan kearah panitia seleksi, dikarenakan ada peserta vote yang terbanyak alias nomor Satu ternyata yang diambil yang suara vote nomor Dua. Setelah terjadi keributan akhirnya Kedua-keduanya diambil dan lolos dalam seleksi. Itukan menggambarkan sistem penilaian tidak baku alias bisa berubah-berubah,”jelasnya
“Sayang anggaran negara mungkin puluhan bahkan bisa saja Ratusan Juta, dana yang digelontorkan untuk kegiatan ini(BG4L) Akhirnya muncul kesan tidak baik. Padahal tujuan kegiatan bagus,” ucapnya.
TS, melanjutkan peserta dan orang tua Peserta kalau memang seleksinya jelas dan transparan, kalaupun tidak lolos tidak akan menjadi masalah. Karena sebagian besar orang tua dan peserta menyadari bahwa itu adalah ajang belajar. Kasarnya kalaupun menang dan terpilih tidak ada juga privilega yang didapat. Artinya kegiatan itu murni menggali bakat serta mengajar bujang gadis (Anak-anak generasi muda,red) untuk belajar mengambangkan bakat dan berani tampil di depan umum.
“Seharusnya ada pemberitahuan bahwa seleksi yang meloloskan peserta melalui vote tersebut. Disampaikan bahwa vote ditutup Satu jam atau berapa jam sebelum pengumuman. Sehingga jelas. Kemudian kalau memang suara terbanyak diambil ya, silahkan saja diambil artinya jelas,”cetusnya
“Jika sistem yang dipakai seperti ini. Sama saja mau merusak psikologi anak. Artinya kegiatan ini harus jelas dan dikaji ulang terkait rahapan serta sistem seleksinya biar jelas dan terbuka,” ungkap TS.
Menanggapi hal itu Kepala Bidang Ekonomi Kreatif yang menjadi gawang penyelenggaraan kegiatan Pemilihan Bujang Gadis Empat Lawang, Rudi. Ketika dikonfirmasi via ponsel 08138023 XXXX. Berkelit dan membantah hal tersebut. Dikatakannya secara singkat kalau pemilihan atau seleksi tersebut sudah sesuai aturan.
“Seleksi itu sudah sesuai aturan, dan ada panitia serta juri seleksinya, terkait terjadi keributan malam seleksi di Pendopoan Bupati itu sudah selesai dan anaknya sudah masuk dalam seleksi,” ujarnya singkat
Untuk hal-hal berkenaan dengan sistem Vote dirinya kurang Paham karena ada orangnya yang melaksanakan itu.
“Saya kurang faham terkait sistem Vote. Silahkan hubungi Fajar, saja. Maaf. Saya lagi ada kerjaan mau mendaftarkan anak saya masuk SMA,”ujarnya
Perlu kami sampaikan. Ironisnya ketika dikonfirmasi terkait berita tersebut. Kondisi masih dalam jam dinas. Alias belum dan tidak ada libur. Sehari sebelum Lebaran Idul Adha. (Bento/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.