Katek Antanan !!! Kondisi Atap dan Plafon SDN 2 Paiker Rusak Parah, Wali Murid Khawatir Ancam Keselamatan Anak

MEDIAEMPATLAWANG— Katek Antanan alias Parah, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi atap bangunan SDN 2 Kecamatan Pasemah Air Keruh, Kabupaten Empat Lawang. Padahal di zaman sekarang kondisi seperti itu tidak perlu terjadi lagi.  

Sebagian besar walimurid khawatir kondisi itu sewaktu waktu mengancam keselamatan siswa yang sedang belajar. Pasalnya bagian atap dan plafon salah satu gedung sekolah mengalami kerusakan cukup parah. Jika tidak cepat diantisipasi bisa berdampak fatal pada keselamatan anak. Sebab bisa saja sewaktu-waktu roboh.
Berdasarkan pantauan di lokasi, rangka atap terlihat terbuka, plafon jebol di beberapa titik, dan sebagian penutup atap mengalami kerusakan. Padahal tempat itu digelar nakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan informasi yang masuk kemeja redaksi kondisi bangunan tersebut baru beberapa tahun dibangun. Untuk itu sebagian masyarakat berharap pihak pemerintah serius dalam mengawasi serta memperhatikan ketika adanya pembangunan sarana dan prasarana di seluruh sekolah  di Bumi Saling Kerawati Sangu Keruani. Bahkan pihak penegak hukum benar-benar memonitor dengan baik. Jika ada yang tidak beres ditindak tegas. Sebab jika tidak benar proses pembangunannya bisa menimbulkan korban jiwa.
Menanggapi hal itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Empat Lawang Sefza Doris  ketika dikonfirmasi via Gawai oleh wartawan Media Empat Lawang. Menuturkan bahawasanya pihak sudah mendapat informasi tentang kondisi sekolah tersebut maka dari itu pihaknya segera dalam sehari Dua hari ini segera tinjau lokasi. Untuk melihat sejauhmana urgensinya bagi keselamatan guru serta siswa. Jika memang tidak memungkinkan maka akan diambil langkah konkrit selain itu juga pihaknya ingin tau apa masalah sebenarnya atau kendala yang dialami sekolah. Pasalnya saat ini untuk pengajuan perbaikan sarana prasaran itu sudah berdasarkan aplikasi. Artinya pihak sekolah sendiri harus proaktif memberikan informasi  atau kendala yang ada disekolah.
“Kita segera turun lokasi untuk memastikan apakah masih layak dan aman untuk melakukan aktifitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) atau tidak. Serta mengambil langkah konkrit untuk perbaikan terhadap sekolah itu,” jelasnya (Bento/red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.